Termasuk perkara yang secara pasti telah diketahui dalam agama Islam, bahwa din (agama Islam) meliputi ‘aqidah dan syari’at, ilmu dan amal. Keduanya merupakan kesatuan. Memisahkan di antara keduanya merupakan kesesatan yang nyata.MAKNA AQIDAHSecara bahasa, ‘aqidah berasal dari kata al ‘aqdu. Artinya: mengikat, memutuskan, menguatkan, mengokohkan, keyakinan, dan kepastian.[1] Adapun secara istilah, ‘aqidah memiliki makna umum dan khusus.[2]Makna ‘aqidah secara umum adalah, keyakinan kuat yang tidak ada keraguan bagi orang yang meyakininya, baik keyakinan itu haq ataupun batil.Sedangkan ‘aqidah dengan makna khusus adalah, ‘aqidah
Islam, yaitu: pokok-pokok agama dan hukum-hukum yang pasti, yang...
Pentingnya Belajar Dari Sejarah
Abu Fathan | 06:49 | 0
comments
Sejarah dan
peradaban Islam merupakan bagian penting yang tidak mungkin dipisahkan
dari kehidupan kaum Muslimin dari masa ke masa. Betapa tidak, dengan
memahami sejarah dengan baik dan benar, kaum Muslimin bisa bercermin
untuk mengambil banyak pelajaran dan membenahi kekurangan atau
kesalahan mereka guna meraih kejayaan dan kemuliaan dunia dan akhirat.Semoga
Allâh Azza wa Jalla meridhai sahabat yang mulia, Abdullah bin Mas’ûd
Radhiyallahu anhu yang mengungkapkan hal ini dalam ucapannya, “Orang
yang berbahagia (beruntung) adalah orang yang mengambil nasehat
(pelajaran) dari (peristiwa yang dialami) orang lain.”[1]Dalam
al-Qur’ân Allâh Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan al-‘ashr
(masa/jaman)...
Fenomena Pilah-Pilih Fatwa
Abu Fathan | 21:58 | 0
comments
Sebagian orang berpandangan bahwa adanya perselisihan pendapat (khilaf) antar alim ulama dalam suatu permasalahan agama membolehkan setiap muslim untuk memilih pendapat sesuai keinginan. Hal ini tentu adalah sebuah kekeliruan. Ahmad, al-Bukhari, al-Muzanni, Ibnu Hazm, Ibnu Abdil Barr, asy-Syathibi, Ibnu al-Jauzi, al-Khathabi, Ibnu Taimiyah, dan alim ulama selain mereka telah menegaskan adanya ijmak bahwa hal itu adalah keliru. [Lihat: Majmu’ al-Fatawa 20/212; Shahih al-Bukhari 6/2681; Jami’ Bayan al-Ilmi wa Fadhlih 2/922; al-Ihkam 5/64-70; al-Muwafaqat 5/92-97; Talbis Iblis hlm. 81; Majmu’ al-Fatawa 10/472-473]Ibnu Abdil Barr mengatakan,أجمع المسلمون أنّ الخلاف ليس بحُجّة، وأنّ عنده...
Mencari-cari Rukhsah Para Fuqoha Ketika Terjadi Perselisihan
Abu Fathan | 18:09 | 0
comments
Sesungguhnya syaithan senantiasa berusaha menggelincirkan manusia dan menyesatkan mereka dari jalan kebenaran dengan wasilah yang beraneka ragam. Di antara pintu-pintu kejelekan yang telah dibuka oleh syaithan untuk menusia adalah :”Mencari rukhsah (pendapat paling ringan) dari para fuqaha’ dan mengikuti kesalahan-kesalahan mereka”. Dengan cara ini syaithan menipu banyak kaum muslimin yang bodoh. Sehingga hal-hal yang haram dilanggar, dan hal-hal yang wajib ditinggalkan karena bergantung kepada pendapat atau rukhsah yang palsu. Maka jadilah orang-orang bodoh tersebut menjadikan hawa nafsu mereka sebagai hakim dalam masah-masalah khilafiyah (perselisihan). Mereka memilih pendapat yang paling...
Subscribe to:
Posts (Atom)