Leave a message

{قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ ويَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ}

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Ali ‘Imran:31)

Keutamaan Penghafal Al Quran

Abu Fathan | 15:52 | 0 comments
Menghafal al-Quran termasuk ibadah jika dilakuka ikhlas karena Allah dan bukan untuk mengharapkan pujian di dunia. Bahkan salah satu ciri orang yang berilmu menurut standar al-Quran, adalah mereka yang memiliki hafalan al-Quran. Allah berfirman, بَلْ هُوَ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآَيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ Bahkan, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata, yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu..(QS. al-Ankabut: 49). Allah memberikan banyak keutamaan bagi para penghafal al-Quran, di dunia dan ahirat. Berikut diantaranya, Pertama, dia didahulukan untuk menjadi imam ketika shalat jamaah Dari Abu Mas’ud radhiyallahu...

Keseimbangan Ajaran Islam Terkait Dengan Kuburan

Abu Fathan | 16:38 | 0 comments
ILUSTRASI Pernahkah istri Anda membuat masakan yang keasinan atau hambar alias lupa membubuhkan garam ? Bagaimana rasanya ? Tentu saja tidak enak ! Begitulah sesuatu yang tidak pas dan proporsional, akan tidak enak dirasa, juga tidak indah dipandang. "Kaidah" tersebut bukan hanya berlaku dalam urusan duniawi belaka. Dalam hal-hal yang bersifat ukhrawi (baca: ibadah) pun "kaidah" ini juga berlaku. Hanya saja dalam hal-hal yang berbau agama, barometernya jauh lebih jelas dan akurat. Berbeda dengan urusan duniawi, subjektifitas penilai seringkali lebih berperan. Contoh mudahnya, masakan yang menurut saya tingkat keasinannya sudah pas, belum tentu menurut Anda juga demikian. Relatif! PROPORSIONALITAS...

Pemimpin Akan Berlepas Diri Dari Pengikutnya

Abu Fathan | 16:51 | 0 comments
Di antara yang dikhawatirkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap umatnya adalah adanya pemimpin-pemimpin yang menyeret para pengikutnya ke lembah kesesatan. Dalam sebuah hadits disebutkan, dari Tsaubân Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :وَإِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَSesungguhnya yang aku khawatirkan pada umatku adalah imam-imam (tokoh-tokoh panutan) yang menyesatkan. [HR Abu Dawud, no. 4252; Ahmad, 5/278, 284; al-Baihaqi, no. 3952. Dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albâni].Hadits ini menunjukkan kekhawatiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap imam-imam yang menyesatkan....

Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur Bercermin Kepada Negeri Saba'

Abu Fathan | 16:56 | 0 comments
OlehUstadz Ruslan Zuardi Mora Elbagani, Lc.Allâh Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat yang Maha Sempurna dan Maha Mengetahui. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Ia memilih waktu tertentu dan menjadikannya sebagai waktu yang memiliki keutamaan. Seperti halnya Lailatul-Qadar yang dijadikan lebih baik dari seribu bulan. Demikian pula, Allâh Subhanahu wa Ta’ala telah memilih kota Makkah al-Mukarramah sebagai satu tempat di bumi yang lebih utama dibanding tempat-tempat yang lain. Begitu pula Allâh Subhanahu wa Ta’ala menyebut suatu tempat (negeri) sebagai Baldatun Thayyibatun. Ini semua merupakan bukti dari kesempurnaan ilmu-Nya yang mengetahui rahasia dan hakikat sesuatu.Baldatun Thayyibatun merupakan...
Pages (9)1234567 Next
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BERITA SUNNAH - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger
a