Jalan yang ditempuh oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam masalah nama-nama Allâh Azza wa Jalla dan sifat-sifat-Nya adalah:
mengimani semua yang ditetapkan oleh Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya untuk diri Allâh dan menetapkannya dengan bentuk yang sesuai dengan keagungan-Nya
meniadakan apa yang ditiadakan oleh Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya dari diri-Nya, dengan meyakini kesempurnaan lawan sifat yang ditiadakan itu.
meyakini bahwa semua sifat-sifat Allâh Azza wa Jalla itu adalah sifat yang hakiki, bukan majaz (kiasan).
Akan tetapi sebagian manusia mengikuti jalan-jalan yang menyimpang dalam masalah ini. Maka tulisan berikut ini adalah penjelasan tentang jalan-jalan yang menyimpang dari...
Pendukung Dan Penghalang Dari Taubat
Abu Fathan | 08:49 | 0
comments
Taubat dari dosa dan kesalahan menjadi keinginan banyak orang yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan hari akhir. Keinginan ini terkadang menguat dan terkadang melemah bahkan hilang sama sekali. Ini tentu disebabkan oleh banyak faktor. Ketika faktor pendukung taubat itu ada dan banyak, maka keinginan untuk bertaubat akan menguat. Sebaliknya, jika faktor penghalangnya dominan, maka keinginan taubat akan meredup bahkan padam. Apa saja yang mendukung ? Dan apa yang menghalang?
HAL-HAL YANG MENDUKUNG SESEORANG UNTUK BERTAUBAT
Kewajiban bertaubat adalah kewajiban dan kebutuhan setiap orang. Tidak mungkin, ada orang yang tidak membutuhkan taubat. Karena, setiap orang pasti pernah melakukan...
Beda Taubat Dengan Istighfar
Abu Fathan | 08:47 | 0
comments
PENDAHULUAN
Banyak di antara kaum Muslimin yang kurang tepat dalam memahami taubat. Ketika seseorang melakukan perbuatan dosa, lalu menyesal berat, lalu meninggalkan dosa tersebut dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali, maka dianggapnya itu sebagai taubat yang sebenarnya.
Padahal itu hanya baru dari sisi meninggalkan dosa saja. Ini baru hanya sebagian dari pengertian taubat. Baru hanya merupakan syarat taubat. Tetapi sejatinya pengertian taubat bukan itu saja. Taubat mempunyai cakupan yang lebih luas, di samping mencakup syarat di atas, juga mencakup semangat yang kuat untuk berkomitmen menjalankan perintah Allâh Azza wa Jalla . Sehingga bukan hanya meninggalkan dosa, menyesalinya...
Taubat : Pengertian, Hakikat, Syarat dan Keutamaan
Abu Fathan | 08:45 | 0
comments
DEFINISI TAUBAT[1]
Secara Bahasa, at-Taubah berasal dari kata تَوَبَ yang bermakna kembali. Dia bertaubat, artinya ia kembali dari dosanya (berpaling dan menarik diri dari dosa)[2]. Taubat adalah kembali kepada Allâh dengan melepaskan hati dari belenggu yang membuatnya terus-menerus melakukan dosa lalu melaksanakan semua hak Allâh Azza wa Jalla .
Secara Syar’i, taubat adalah meninggalkan dosa karena takut pada Allâh, menganggapnya buruk, menyesali perbuatan maksiatnya, bertekad kuat untuk tidak mengulanginya, dan memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki kembali dari amalnya.
HAKIKAT TAUBAT
Hakikat taubat yaitu perasaan hati yang menyesali perbuatan maksiat yang sudah terjadi,...
Subscribe to:
Posts (Atom)