Hadits yang dimaksud adalah hadits Abu Bakrah dan Abu Musa al-Asy’ari bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
«إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا، فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ» ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ، فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ؟ قَالَ: «إِنَّهُ أَرَادَ قَتْلَ صَاحِبِهِ»
“Jika dua orang muslim berperang dengan pedang mereka,
yang membunuh dan yang terbunuh masuk neraka,”
para sahabat bertanya,“Wahai Rasûlullâh, yang membunuh tentu saja, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh?”
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Yang terbunuh juga ingin membunuh lawannya.”
[HR al-Bukhâri, no....
Seorang Isteri Hanya Boleh Mengambil Harta Suami Tanpa Izin Jika Nafkah Yang Diberikan Untuk Isteri Dan Anak-Anak Tidak Cukup
Abu Fathan | 23:30 | 0
comments
dijelaskan dalam hadits berikut:
عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ هِنْدَ بِنْتَ عُتْبَةَ، قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ وَلَيْسَ يُعْطِينِي مَا يَكْفِينِي وَوَلَدِي، إِلَّا مَا أَخَذْتُ مِنْهُ وَهُوَ لاَ يَعْلَمُ، فَقَالَ: «خُذِي مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ، بِالْمَعْرُوفِ»
Dari Aisyah diriwayatkan bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata,
“Wahai Rasûlullâh! Sungguh Abu Sufyan adalah seorang yang pelit dan tidak memberikan nafkah yang cukup untuk saya dan anak saya,
kecuali hartanya yang saya ambil diam-diam tanpa sepengetahuannya.”
Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah nafkah yang cukup untukmu dan anakmu menurut standar yang...
Orang Yang Paling Berhak Untuk Turun Ke Liang Lahat Atau Kubur Dan Menguburkan Jenazah Seorang Wanita Adalah Mahramnya
Abu Fathan | 23:11 | 0
comments
Dasarnya adalah atsar berikut ini :
عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبْزَى، قَالَ: ” صَلَّيْتُ مَعَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَلَى زَيْنَبَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ أَرْبَعًا، ثُمَّ أَرْسَلَ إِلَى أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يُدْخِلُهَا قَبْرَهَا، وَكَانَ عُمَرُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يُعْجِبُهُ أَنْ يُدْخِلَهَا قَبْرَهَا، فَأَرْسَلْنَ إِلَيْهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُنَّ: يُدْخِلُهَا قَبْرَهَا مَنْ كَانَ يَرَاهَا فِي حَيَاتِهَا قَالَ: صَدَقْنَ
Abdurrahman bin Abza berkata, “Saya menyhalatkan Zainab isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Umar Radhiyallahu anhu, maka Beliau menyhalatkannya dengan takbir empat...
Orang Yang Meninggal Dari Kalangan Anak-Anak Umat Islam Akan Masuk Surga
Abu Fathan | 22:25 | 0
comments
Di antara dalil yang mendasarinya adalah sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
إِنَّ ذَرَارِيَّ الْمُؤْمِنِينَ فِي الْجَنَّةِ يَكْفُلُهُمْ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ
Sungguh anak keturunan dari kaum Muslimin masuk surga, Ibrâhîm Alaihissallam akan mengasuh mereka.”[HR. Ahmad no.8.324 , al-Hakim no. 3.399 dan Ibnu Hibban no. 7.446, dihukumi shahih oleh adz-Dzahabi dan al-Albani].
Ini sekaligus menjelaskan bahwa hadits tentang penjagaan Nabi Ibrâhîm Alaihissallam untuk anak-anak Muslimin di surga adalah shahih.
Hal itu juga ditegaskan oleh hadits yang lain berikut ini:
عَنْ أَبِي حَسَّانَ، قَالَ: قُلْتُ لِأَبِي هُرَيْرَةَ: إِنَّهُ قَدْ مَاتَ لِيَ ابْنَانِ،...
Bolehkah Melaknat ?
Abu Fathan | 17:04 | 0
comments
Definisi laknat secara bahasa adalah:
الإِبْعادُ والطَّرْد من الخير وقيل الطَّرْد والإِبعادُ من الله ومن الخَلْق السَّبُّ والدُّعاء واللَّعْنةُ الاسم والجمع لِعانٌ ولَعَناتٌ ولَعَنه يَلْعَنه لَعْناً طَرَدَه وأَبعده
“Menjauhkan dan menyingkirkan kebaikan. Dikatakan : ‘Menyingkirkan dan menjauhkan (jika berasal) dari Allah. Dan (jika berasal) dari makhluk maknanya adalah cacian dan doa’. Laknat adalah kata benda (ism), bentuk jamaknya adalah li’aan dan la’anaat. La’anahu – yal’anahu – la’nan, yaitu menyingkirkannya dan menjauhkannya” [Lisaanul-‘Arab, hal. 4044].
Adapun secara istilah:
البعد عن رحمة الله تعالى
“Menjauhkan dari rahmat Allah ta’ala dan pahala-Nya”...
Subscribe to:
Posts (Atom)